Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Gelar Diskusi Kelompok Terarah Penerbitan Buku Kearifan Lokal dan Perencanaan Karya Selanjutnya
Dinas Perpustakaan dan Arsip
Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terarah
Penerbitan Buku Kearifan Lokal dan Perencanaan Karya Selanjutnya pada Jumat
(17/07/2026) di The Grantage Hotel & Sky Lounge, Serpong BSD. Kegiatan
ini merupakan salah satu upaya dalam
memperkuat ekosistem literasi daerah melalui pengembangan budaya menulis,
peningkatan kapasitas para penulis, serta membangun jejaring kolaborasi antara
pemerintah, komunitas literasi, akademisi, dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan, Pelayanan, dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Devi Fibriyanti Has. Dalam laporannya disampaikan bahwa penyelenggaraan bedah buku bertujuan Meningkatkan kompetensi dan motivasi masyarakat dalam bidang kepenulisan, Menjadi wadah silaturahmi, diskusi, dan berbagi pengalaman bagi para penulis dan pegiat literasi, dan Mendorong lahirnya karya-karya tulis yang berkualitas dan mengangkat potensi, sejarah, budaya, serta kearifan lokal Kabupaten Tangerang.

Forum Penulis Kabupaten Tangerang
menghadirkan dua materi utama yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif
yang dipandu oleh AJ Susmana, Tenaga Ahli Menteri Sosial RI sekaligus pegiat
sastra. Materi pertama disampaikan oleh Drs. Edi Kusmaya, M.Pd.,
Pemimpin Redaksi Tabloid Cakra Banten, dengan tema “Menggali dan
Mendokumentasikan Kekayaan Budaya Lokal Kabupaten Tangerang.” Ia menekankan
pentingnya mendokumentasikan budaya lokal agar tetap dikenal dan dipahami oleh
generasi muda. Menurutnya, Kabupaten Tangerang memiliki beragam potensi budaya,
mulai dari sejarah daerah, kearifan lokal, hingga kisah-kisah inspiratif
masyarakat yang perlu terus dilestarikan melalui tulisan.
Selanjutnya, sastrawan dan penulis Rini Intama menyampaikan materi “Pelestarian Tradisi dan Identitas Daerah melalui Buku.” Ia menjelaskan bahwa berbagai tradisi dan kearifan lokal perlu disampaikan dengan pendekatan yang relevan agar dapat dipahami oleh generasi saat ini. Nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dijelaskan maknanya agar tetap memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Pada sesi diskusi, Rini Intama juga mengusulkan penyusunan antologi dongeng, legenda, dan mitos Kabupaten Tangerang sebagai upaya mendokumentasikan warisan budaya daerah. Usulan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta berbagi pengalaman mengenai proses kreatif penulisan, strategi pelestarian budaya melalui karya tulis, dan upaya mendokumentasikan sejarah serta kearifan lokal Kabupaten Tangerang. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai masukan dan gagasan yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya karya-karya literasi yang berkualitas serta memperkuat pelestarian budaya daerah melalui media tulisan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta berbagi pengalaman mengenai proses kreatif penulisan, strategi pelestarian budaya melalui karya tulis, dan upaya mendokumentasikan sejarah serta kearifan lokal Kabupaten Tangerang. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai masukan dan gagasan yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya karya-karya literasi yang berkualitas serta memperkuat pelestarian budaya daerah melalui media tulisan.

Pada akhir kegiatan, Dinas
Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menyerahkan terbitan buku kepada
seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan dalam meningkatkan
minat baca, memperluas wawasan, dan mendorong tumbuhnya semangat berkarya di
bidang literasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah,
komunitas literasi, akademisi, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya
melestarikan budaya serta mengembangkan ekosistem literasi di Kabupaten
Tangerang.
"Terlibat dengan hati,
bersinergi dalam aksi, dan berdampak bagi negeri. Bersama menguatkan literasi
untuk mewujudkan Masyarakat yang cerdas, Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang,
dan Indonesia Emas.”
Berita Lainnya
-
22 Jul 2026
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Gelar Diskusi Kelompok Terarah Penerbitan Buku Kearifan Lokal dan Perencanaan Karya Selanjutnya
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terarah Penerbitan Buku Kearifan Lokal ...
-
22 Jul 2026
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Bersama Wakil Bupati Resmikan Perpustakaan Modern Kecamatan Kelapa Dua
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang bersama Wakil Bupati Tangerang meresmikan Perpustakaan Modern Kecamatan Kelapa ...
-
22 Jul 2026
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Gelar Bedah Buku “Filosofi Teras” untuk Mendorong Budaya Literasi
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring ...
-
10 Jul 2026
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Selenggarakan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK (SPP-TIK)
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Selenggarakan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK (SPP-TIK)Dinas ...
-
10 Jul 2026
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Menyelenggarakan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) ...